Ada yang “Sesuatu” Banget di Balik ngaBLOGburit 2015

10 Jul 2015

Sudah keempat kalinya ini saya mengikuti ajang ngaBLOGburit. Pertama kali saya ikut di tahun 2011. Sempat absen di tahun 2012, di tahun 2013 dan 2014 saya kembalil ikutserta. Dan ngaBLOGburit tahun 2011 itu juga merupakan ajang ngaBLOGburit yang paling berkesan buat saya. Karena, saya menang dua kali!

Pada ngaBLOGburit tahun 2015 ini, ada yang berbeda dari BlogDETIK-nya sendiri. BlogDETIK sekarang sudah berformat baru. Sehingga, tampilan blog kita di BlogDETIK juga jadi baru. Kita bisa mempersegar penampilan dan layout blog kita agar tampak lebih me-”remaja” kalau kita mau.

Itu saja sudah “sesuatu” banget. Tapi, saya juga menyadari adanya hal lain yang lebih “sesuatu” lagi di balik ngaBLOGburit 2015 ini.

Dan itu adalah kreativitas para admin dan penyelenggara ngaBLOGburit!

Ajang ngaBLOGburit ini (sepanjang pengetahuan saya) sudah lima kali diselenggarakan sejak 2011. Tiap tahun tidak pernah absen. Lalu, masing-masing penyelenggaraan berlangsung sepanjang bulan Ramadan. Diadakan tiap hari kecuali Sabtu dan Minggu. Dan masing-masing hari penyelenggaraan memiliki tema yang berbeda-beda. Tetapi, dari semua tahun penyelenggaraan, hampir seluruh tema hariannya berbeda-beda. Jarang yang berulang. Satu-satunya tema harian yang tetap diulang setiap tahun hanyalah tentang Hijab Hunt.

Jadi, bayangkan saja, betapa kerasnya para penyelenggara harus memutar otak untuk mengadakan tema harian! Kalau baru di tahun pertama, mungkin masih jauh lebih enteng. Tapi, ketika masuk tahun kedua, tentu mereka perlu lebih kreatif mencari ide untuk menentukan tema supaya, sebisa mungkin, tidak mengulang tema harian di ngaBLOGburit tahun sebelumnya. Dan kita tahu sendiri, hal-hal yang berkaitan dengan Ramadan, ibadah puasa, dan Idul Fitri itu, meski memang cukup banyak, namun tetap saja terbatas. Soal takjil, hidangan berbuka puasa, cerita puasa pertama, halangan dalam berpuasa, Nuzulul Qur’an, Lailatul Qadr, zakat fitrah, THR, mudik, maaf-memaafkan, halal-bihalal, dan juga soal Ramadan dan Idul Fitri itu sendiri, semua yang berhubungan dengan Ramadan dan Idul Fitri tersebut semuanya pernah dijadikan tema harian ngaBLOGburit dari tahun ke tahun. Nah, karena itu saya katakan, di tahun pertama, mungkin para admin dan penyelenggara di BlogDETIK masih relatif sangat mudah menentukan tema harian, sebab masih banyak stok wacana (yang berkaitan dengan Ramadan dan Idul Fitri) untuk diusung sebagai tema harian. Namun, kalau sudah masuk tahun ke-2, ke-3, apalagi sampai tahun yang ke-5 sekarang…?!

Maka dari itu, saya salut dan bangga sekali dengan kreativitas dan daya inovasi para kru BlogDETIK, khususnya yang menangani ngaBLOGburit!

Akan tetapi, bukan hanya untuk itu saja! Saya pun sangat mengapresiasi tinggi enduransi dan “ketabahan” dari orang-orang BlogDETIK yang bertugas menjadi juri dalam ajang ngaBLOGburit ini. Kalau tiap tema harian diikuti rata-rata oleh 20 orang, misalkan, maka dia (atau mereka) yang bertugas sebagai juri itu harus bekerja keras sepanjang malam, membaca satu persatu tulisan yang masuk. Sedangkan, beda kepala, beda isinya. Juga, beda tangan, beda tulisannya. Jadi, kalau ada 20 orang yang menjadi peserta, dan masing-masing peserta menyertakan hanya satu saja tulisan di hari itu, maka sang juri harus membaca 20 tulisan. Dan itu semua harus selesai dibaca dalam satu malam saja, mengingat besok paginya, hasil penjurian sudah harus diumumkan! Apalagi kalau peserta harian jumlahnya lebih dari 20 orang, lalu ada beberapa orang yang memajukan lebih dari satu tulisan! Nah…! Dan itu harus dihadapi juri nyaris setiap hari, setiap malam! Pada bulan puasa juga…! Bahkan, mungkin ada satu-dua juri yang melakukannya selama bertahun-tahun pula karena dari tahun ke tahun tetap bertahan sebagai juri ngaBLOGburit! Maka, imajinasi “nakal” saya mau-tak-mau berkomentar: pasti malam minggu para juri ngaBLOGburit itu kurang menyenangkan, karena waktu mereka habis untuk dipakai tidur, bukan untuk bercengkerama bersama pacar atau keluarga atau sahabat…!

Dan, saya yakin, pasti tidak sebatas itu saja kerja-keras sang juri! Dari para juri juga dituntut kecermatan dalam membaca tulisan-tulisan yang masuk, serta perbendaharaan referensi yang cukup luas. Juri harus bisa menangkap tanda-tanda plagiasi dalam tulisan-tulisan tersebut. Entah ada peserta yang menjadi menjiplak tulisan peserta lain, ataukah ada peserta atau tulisan yang menjadi plagiat penulis dan tulisan lain di luar ngaBLOGburit.

Dan, saya yakin juga, “penderitaan” sang juri tidak berhenti sampai di situ. Juri juga harus menghadapi kritikan, kecaman, bahkan caci-maki dari orang-orang yang tak puas dengan hasil penjuriannya. Terutama dari peserta-peserta yang tidak menang hari itu, dan tidak pernah menang-menang juga di sepanjang penyelenggaraan ngaBLOGburit! Terlebih kalau peserta yang seperti itu menderita sindrom Narcisus/Narsisme atau mengidap waham kebesaran: merasa tulisannya paling bagus sedunia, tidak ada di dunia ini yang dapat menulis lebih bagus daripada dirinya!

Mempertimbangkan semua hal di atas, saya jadi bisa mendeteksi adanya nilai dan keberhargaan yang sangat tinggi yang dimiliki ajang ngaBLOGburit ini, utamanya sesudah merenungkan apa saja yang telah dialami para pihak terkait sampai dengan ngaBLOGburit di tahun 2015 ini. Walaupun diadakan di Indonesia dan hampir pasti hanya bisa diikuti oleh orang Indonesia saja, biarpun diadakan secara “terbatas dan cuma” untuk event Ramadan saja dan seakan-akan diadakan “hanya” guna mengisi waktu luang sebelum waktu berbuka puasa tiba, dan sekalipun hadiahnya relatif biasa-biasa saja, namun kalau diakumulasikan serta direnungkan substansi dan realitas penyelenggaraannya, kita akan menyadari bahwa semua “walaupun”, “biarpun”, dan “sekalipun” itu sama sekali tidak layak dikenakan bagi ajang ngaBLOGburit!

Total saja berapa jumlah uang yang tersedia untuk para pemenang bagi ngaBLOGburit 2015 ini saja, apalagi kalau mau ditambah juga dengan hadiah-hadiah pada ngaBLOGburit tahun-tahun sebelumnya!

Hitung saja sudah berapa banyak tulisan yang dihasilkan karena rangsangan dari ngaBLOGburit, untuk yang tahun 2015 ini sajalah dulu! Lebih-lebih, jika kita gabungkan dengan tulisan-tulisan yang sudah diajukan selama ngaBLOGburit tahun-tahun sebelumnya!

Artinya, kalkulasi saja berapa banyak ide bernilai tinggi yang sudah didorong keluar dari kepala-kepala kita oleh ngaBLOGburit!

Dan, yang paling tidak boleh kita lupakan, perhitungkan pula sudah berapa besar pengorbanan orang-orang yang terlibat dalam pengadaan ajang ngaBLOGburit ini, seperti yang sudah kita lihat di atas!

Berarti, ngaBLOGburit 2015 ini telah membuka wawasan saya, dan saya harap juga membuka wawasan semua pembaca, bahwa ngaBLOGburit ini bukan ajang lomba sembarangan! Karena, tidak ada lomba yang seperti ini! Bukankah Ramadan adalah bulan yang seharusnya menjadi lumbung tabungan amalan kita? Dan bukankah salah satu bentuk amalan adalah menghargai kerja-keras orang lain? Sebab itu, marilah kita semua, baik peserta maupun penyelenggara dan juri ngaBLOGburit sendiri, menghargai ajang ini dan semua pihak yang terlibat dalam perjuangan di dalamnya!

Mudah-mudahan kita semua bisa bertemu lagi di ngaBLOGburit 2016 (dan dengan ngaBLOGburit 2016, pastinya)!

 


TAGS ngaBLOGburit ngaBLOGburit 2015


-

Saya adalah

Samuel Edward

Follow Me